اسلام عليكم ورحمت الله وبركات



Profil

Pondok Pesantren tahfidzul Qur’an Ar-royyan didirikan pada tahun 1430 H, oleh seoran muhsinat dari timur tengah bernama Hishah Muhammad Aly Al Khulafy, Di atas tanah seluas kurang lebih 1 hektar. Bertempat di dusun bilaya, desa pattalassang, kec Pallatikang, Kab Gowa, Sulawesi selatan. Kondisi kampus saat ini masih sangat sederhana, berfasilitas asrama panggung, mesjid sekaligus sebagai ruang belajar para santri, Dan rumah guru. Tanah pesantren akan berdiri bangunan asrama para santri dan ruang belajar, insyaAllah. Pada tahun 2011 kegiatan di pesantren ini sempat terhenti terkendala dari sedikitnya tenaga pengajar, atau pembina yang siap mengabdi. Terhitung sejak tanggal 23 November 2011, pondok pesantren tahfidzul Qur’an Ar-royyan diaktifkan kembali dan menginduk dibawah pondok pesantren tahfdz pusat, Makassar. Saat ini Pondok-Pesantren tahfidz Ar-royyan membina 15 orang santri yang berasal dari daerah yang berbeda.(Data terlampir). Beberapa diantarnya telah behasil menghafalkan Al-Qur’an 30 juz, dan sekarang sedang menjalani program Muroja’ah. Setelah mengikuti program muroja’ah santri-santri tersebut akan melanjutkan studi ke univ Islam, Misalnya ke LIPIA Jakarta atau ke negara timur tengah misalnya Univ Islam Madinah. A. Visi Dan Misi 1. Menjadi lembaga Tahfizh Al-qur’an yang berperan dalam menjaga kelestarian Al-qur’an dan membumikan nilai-nilainya dengan mencetak para penghafal al-qur’an. 2. Menciptakan generasi yang cinta perjuangan. 3. Menjadi cikal bakal terciptanya masyarakat qur’ani. B. Program kegiatan 1. Program penghafalan Al-Qur’an 2 tahun 7 bulan untuk tamatan SMP atau sederajat, dan 1 tahun 2 bulan untuk program muroja’ah. 2. Bahasa arab. Dan kegiatan extrakurikuler seperti Rihlah, tarbiah, dan imam tarwih dibulan ramadhan. C. Motto Pesantren Pondok pesantren arroyyan memiliki motto “perjuangan kami adalah sebuah pendakian, kami ingin naik sekalipun tak sampai dipuncak asalkan kami mampu memberi sedikit persembahan kepada Allah” “khairukum man ta’allamal Qur’ana wa a’llamahu”

1 komentar: