Himmah annafsiyah
Di desa itu, di negeri bernama dusun bilaya. Hidup bersama kelompok kecil dalam lingkungan sederhana berjudul sebuah perjuangan. Hari-harinya adalah mimpi bercerita kesepian. Di atas rumah gubuk berukuran panjang lebar sekitar 7x4 meter, di sanalah terjadi cerita itu. Cerita tentang perjalanan dengan sisa-sisa semangat yang dulu pernah membukit.
Yah dinegeri bilayya, terbuang satu nama dalam masa yang mungkin cukup lama. Disana menguras satu tetes keringat pada sebuah pendakian, mencoba berdiri di tengah kampung yang membisu tampa suara, kegelisahan bersama kesederhanaan itu. Mereka adalah pemuda arroyyan. Mendaki, pada bukit yang menjulang. Meneteskan keringat dan bahkan air mata, tak pernah surut untuk perjuangan ini.
Wahai saudaraku, pendakian itu tak akan pernah berakhir. Karena sejatinya perjuangan itu akan berakhir di syurga Allah yang luas. Mendakilah, berjuanglah. Jika kau terperosok dipendakian itu, bangkit dan lakukan lagi untuk pendakian selanjutnya. Bukankah di sampingmu terdapat dahan-dahan ukhuwah, pegang dia erat-erat, dan katakan pada mereka bahwa “aku ingin mendaki, sekalipun berdarah” Di negri bilaya, dimusim kemaraunya yang indah, dengan hamparan padi menguning disepanjang pinggiran jalan, pada senyuman mentari yang tak pernah bosan untuk dipandang. Gunung-gunung yang mengajari kami untuk tegar, di setiap lorong-lorong sepi yang seharusnya kami tak di sana, tapi kami sadar demi perjuangan.
“Kalau sekiranya kami menurungkan al-qur’an kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buatuntuk manusi supaya mereka berfikir” Q.s Al-hasyr:21 “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkannya” (Al Hadits) (Penjara suci Arroyyan) Untukmu para pengemban Amanah Oleh : Nasrullah SH.i
.jpg)
Dan di sana ada seorang -satu2nya- santri puteri yang mungkin sering bandel dan seringkali menyusahkan ustadznya. Semoga ke depannya terus menjadi semakin baik. Semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah.
BalasHapusBaarokallahu lakumaa wa baaroka `alaikumaa wa jama`a bainakumaa fii khoir.
Syukran
BalasHapus